Kisah Remaja Abimanyu - Drona berhasil buat Abimanyu Terperangkap

- March 24, 2018
ABIMANYU, gambar grafis gaya buku komik
wayang, berdasarkan penampilan
di panggung Wayang Orang gaya
Surakarta.
Wayang - Siasat Drona ini berhasil. Karena terlalu bersemangat dan hatinya diliputi dendam membara. Abimanyu kurang waspada sehingga ia masuk dalam perangkap. Tanpa disadarinya ia sudah berada dalam kepungan barisan Kurawa, terpisah dari pasukan yang di pimpinnya, sementara usahanya untuk mendekati Begawan Drona belum menampakkan hasil. Dalam keadaan terkepung itu, Adipati Kama berhasil memanah Bambang Sumitra sehingga gugur. Abimanyu segera mengambil alih tali kendali kereta perangnya, dan terus mendesak kedepan. Namun tak lama kemudian Kyai Pramukanya terjerembah. Kuda terlatih itupun tewas. Ditubuhnya tertancap belasan anak panah.

Abimanyu makin kalap. Dilepas annya Kyai Pramugari dari kereta perangnya. Segera ia melompat ke
punggung kuda itu, dan dipacunya menuju barisan musuh. Tekadnya masih tetap hendak membunuh Begawan Drona yang telah menyebabkan kematian adik-adiknya. Karena serangan bertubi-tubi pasukan Kurawa, tubub Abimanyu penuh luka tertancap anak panah dan tombak. 

Dalam lakon Abimanyu Gugur biasanya Ki Dalang mengibaratkan luka-luka yang diderita Abimanyu sebagai "tatune arang kranjang". Abimanyu akhirnya gugur dengan keadaan tubuh yang amat menyedihkan. Selain luka-luka karena anak panah dan tombak lawan, tubuh Abimanyu hancur diinjak-injak gajah yang dikendarai oleh Jayadrata, ipar Prabu Anom Suyudana. Bahkan kepala Abimanyu juga remuk dihantam gada Kyai Glinggang oleh Jayadrata.

Peristiwa gugurnya Abimanyu secara aniaya itu membuat Arjuna marah dan dendam sehingga ia mengucapkan sumpah akan bunuh diri bilamana keesokan harinya tidak dapat membalas kematian anaknya, membunuh Jayadrata. Dengan bantuan Prabu Kresna akhimya Arjuna berhasil melampiaskan dendamnya membunuh Jayadrata. Sebelum gugur Abimanyu masih sempat membunuh banyak musuh, di antaranya beberapa orang keluarga Kurawa, dan putra mahkota Kerajaan Astina, Lesmana Mandrakumara. Putra kesayangan Prabu Anom Suyudana itu tewas terkena anak panah pusaka Kyai Gusara yang dilepaskan Abimanyu. Senjata sakti itu didapat Abimanyu dari Prabu Kresna, mertuanya, sebagai kancing gelung. ***) 

Kyai Gusara dilepaskan Abimanyu pada saat ia sudah hampir tidak berdaya. Lesmana Mandrakumara yang ikut mengeroyok putra Arjuna itu, mengira Abimanyu sudah tidak lagi sanggup melawan. Ia ingin tampil sebagai pahlawan Astina dengan membunuh Abimanyu. Karena itu putra sulung Prabu Anom Duryudana itu datang mendekat hendak menikam Abimanyu yang pada saat itu masih tetap berdiri tegak walaupun tubuhnya penuh dengan luka. Namun sebelum niat Lesmana terlaksana, Abimanyu masih sempat melepaskan anak panah Kyai Gusara. Lesmana Mandrakumara terhuyung lalu roboh dan jatuh di dekat kaki Abimanyu. Melihat hal itu, para Kurawa dan prajurit Astina berusaha mengambil jenazah Putra Mahkota Astina itu. Namun siapa pun yang mendekat akan dihadang anak panah Abimanyu. 
Dua orang istri Abimanyu, DEWI SITI SUNDARI dan DEWI UTARI.
Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta
 Agar jenazah Lesmana bisa diambil, Jayadrata segera memacu gajah yang dikendarainya menerjang Abimanyu, sehingga putra Arjuna itu terkapar di tanah. Tangan kirinya masih tetap menggenggam busur, sedangkan di tangan kanannya anak panah. Sekali lagi Jayadrata melarikan gajahnya menginjak-injak tubuh Abimanyu. Setelah itu Raja Muda Sindukalangan itu melompat turun dari gaiahnya, dan sekuat tenaga dihantamnya kepala musuhnya, yang sudah tidak berdaya, dengan gada Kyai Glinggang. 

Akhirnya Abimanyu Gugur!

Add your message to every single people do comment here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search